Undangan Pernikahan
Nadya & Fauzan



Kepada Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i,











“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
(QS. Ar-Rum: 21)
Meski kami berada di universitas yang sama, bahkan beberapa kali menghadiri kegiatan yang sama, kami tidak pernah saling mengenal maupun mengetahui keberadaan satu sama lain. Takdir justru membawa kami bertemu di tempat yang sama sekali tidak pernah kami bayangkan akan sampai di sana, Afrika, tepatnya di Negara Kenya. KBRI Nairobi mempertemukan kami sebagai sesama intern staff. Dari negeri yang jauh dari tanah air inilah kisah kami dimulai, mengajarkan bahwa terkadang Tuhan mempertemukan dua insan bukan di tempat yang paling dekat, melainkan di tempat yang paling tepat.
Penugasan pertama bersama menjadi awal dari komunikasi kami yang seiring waktu semakin sering terjalin. Kami menjadi rekan kerja dan sahabat yang bekerja secara profesional dalam menjalankan tugas masing-masing. Tuntutan pekerjaan membuat kami harus terus berkoordinasi secara intens. Percakapan yang pada awalnya hanya berfokus pada pekerjaan perlahan menjadi ruang bagi kami untuk saling mengenal lebih jauh, mulai memahami karakter, cara berpikir, serta nilai-nilai yang dimiliki satu sama lain. Dari koordinasi yang semula hanya membahas pekerjaan, tumbuh kedekatan yang perlahan mengantarkan kami pada koordinasi hati.
Waktu terus berjalan. Bersama, kami melalui berbagai fase kehidupan, termasuk menuntaskan perjalanan akademik sebagai bentuk tanggung jawab kepada orang tua. Meskipun tidak selalu melihat dunia dari jendela yang sama, tetapi kami memiliki arah kompas yang serupa. Perbedaan cara pandang bukan menjadi dinding pemisah, melainkan mozaik yang menyempurnakan perjalanan kami. Dari sanalah tumbuh keyakinan bahwa kami tidak hanya menemukan pasangan, tetapi juga rekan dialog yang akan menemani setiap bab kehidupan. Dengan restu kedua keluarga dan setelah melalui berbagai dinamika kehidupan bersama, kami memilih untuk melanjutkan perjalanan ini tepat pada tanggal dan bulan yang memiliki makna istimewa bagi kami, yaitu bulan pertama ketika kami dipertemukan di Nairobi, 5 Juli. Didampingi dan disaksikan oleh kedua keluarga besar, kami melangsungkan khitbah sebagai penanda keseriusan niat dan komitmen untuk melangkah menuju babak kehidupan yang baru bersama.
Tak pernah kami bayangkan bahwa sebuah penugasan di negeri yang jauh akan mempertemukan dua hati yang akhirnya memilih untuk pulang pada satu tujuan yang sama.


