Q.S. Ar-Rum: 21
“Allah’s delay is never denial. It’s preparation. Some doors remained closed not to punish you, but to protect you—because His love won’t let you settle for less than you deserve.”
Kami tak pernah menyangka kisah ini akan membawa kami sejauh ini. Pertemuan yang tak disengaja, perlahan berubah menjadi langkah bersama membangun rumah tangga. Kami terlahir di bulan dan tanggal yang sama—sebuah kebetulan kecil yang terasa seperti pertanda. Dari obrolan sederhana, tumbuhlah hari-hari penuh makna.
“Allah isn’t late, He’s just aligning everything perfectly.”
Ketika banyak teman mulai menikah, bahkan beberapa sudah sibuk mengasuh buah hati mereka, kami sempat merasa tertinggal. Hubungan kami yang tak tahu kapan bermulanya ini, awalnya pun tak punya arah pasti.
Namun pada kedatangan keduanya Mas Rizal ke Garut, segalanya berubah. Ia menyampaikan niat seriusnya kepada Mama. Dari restu itulah kami mulai benar-benar saling mengenal—bukan hanya hati, tapi juga visi, misi, dan pandangan kami tentang pernikahan. Saat itu, semuanya mulai terasa lebih nyata.
“When you can’t see the way, trust the One who sees it all.”
Ternyata kuncinya adalah berserah dan sabar. Ketika jalan terasa buntu, percaya sepenuhnya pada-Nya membuat jalan itu terbuka perlahan.
Pada hari itu, Mas Rizal datang bersama keluarganya ke Garut untuk melamarku. Lamaran yang sederhana, namun penuh makna. Dengan dihadari keluarga inti beserta kerabat terdekat, di sanalah kami memantapkan hati untuk mengikat janji suci. Meraih ridha-Nya dengan jalan menyempurnakan separuh agama.
Bukan karena kami sempurna, tapi karena kami saling melengkapi.
Karena Allah tidak pernah menunda melainkan—Dia menyempurnakan dengan waktu-Nya sendiri.
Thanks God I found you.
Sungguh, hanya Allah-lah sebaik-baik Perencana.